;

Mie Baso Tasik - Bogor Indah Plaza

Mie Baso Tasik
Salah satu tempat kuliner favorit dari sang mantan pacarku adalah sebuah restoran di dalam komplek pertokoan Bogor Indah Plaza di Jalan Sholeh Iskandar. Namanya Mie Baso Tasik. Restorannya sendiri sebenarnya menyajikan Chinese Food dan bukan sekedar warung baso. Adanya di pertokoan di sebelah bangunan utama plaza ini.

O ya sebelum lebih lanjut ceritanya, ejaan yang sebenarnya bukan "baso" tetapi "bak-so" yang dalam bahasa Cina Hokkien artinya "daging babi giling". Hanya di Indonesia yang kebanyakan masyarakatnya adalah muslim bakso atau baso tidak diidentikan dengan daging babi. Bakso adalah sebuah nama untuk adonan daging giling yang dicampur dengan terigu berbentuk bola. Bahkan sekarang bila mendengar istilah bakso berarti adalah sebuah makanan yang berkuah dan bukan lagi sekedar daging giling bulat.


Sebenarnya saya sendiri bukan seorang penggemar bakso tetapi karena mantan pacarku itu gemar
Bogor Indah Plaza
sekali sama makanan yang satu ini, seringkali mau tidak mau harus menemani dia ikut menikmati. Jadi jangan tanya saya soal perbandingan rasa baksonya. Jawaban dari saya pasti "ya rasa bakso lah". (Apa semua wanita memang otomatis jadi penggemar si bola daging ini ya?)

Untungnya restoran Mie Baso Tasik'87 (begitu lengkapnya namanya) menyediakan berbagai jenis makanan lain. Ada nasi goreng seafood, nasi goreng petay dan masih banyak lagi menu yang tidak berkaitan dengan bakso.

Ternyata juga incaran dari sang mantan pacar bukanlah baksonya. Favorit dia di tempat ini adalah "pangsit kuah"nya. Memang masih ditambah beberapa butir si bola daging tetapi incaran utamanya adalah pangsitnya. Salah sangka saya rupanya.

Pangsitnya memang gurih dan lembut sekali. Kata orang Sunda mah "ngageleser" alias licin ketika melewati lidah. Adonan di dalam pangsitnya sendiri cukup berbeda karena rasa gurihnya . Enak! Kuahnya apalagi kalau baru buka di pagi hari kuah kaldunya masih kental terasa.

Kata beberapa orang akan lebih lezat kalau ditambah dengan sambal khas Tasik, yaitu "sambal bawang". Hanya ternyata kami kurang begitu suka dengan rasa bawang yang agak begitu terasa dalam sambal. Jadi kurang cocok rasanya kalau pakai sambal ini. Sambal bakso biasa sepertinya lebih pas buat selera kami.

Mungkin anda akan heran bahwa sebuah restoran Chinese Food ada sambal bawangnya. Nama Mie Baso Tasik sendiri menunjukkan dari mana pendirinya berasal, yaitu Tasikmalaya. Daerah ini terkenal dengan sambal bawangnya. Hanya saya menduga dari rasa mie baso-nya kemungkinan sang pendiri restoran berasal dari etnis Cina (tapi dari Tasik). Alasannya karena jarang sekali ada yang bisa menyajikan "pangsit" seperti itu. Kok bisa berkesimpulan demikian? Karena pangsit dan bakso yang ada disini hampir sama dengan sebuah warung bakso kecil di Pasar Anyar, namanya Mie Bakso Sedap (lain kali saya ceritakan).

Kalau makan disini ditambah dengan segelas es kelapa muda rasanya sangat pas. Apalagi biasanya sambil menunggu pesanan bisa sambil "ngemil" pangsit gorengnya. Mantap abis! Bisa habis 2-3 potong sebelum pesanan datang.

Hanya satu hal yang kurang pas. Ukuran porsinya. Agak terlalu besar buat saya yang makannya tidak terlalu banyak. Apalagi kalau memakai mie-nya. Waduh! Perut rasanya penuh.

Kalau sedang tidak ingin makan pangsit kuah, biasanya kita akan memesan nasi goreng seafood dengan fuyunghai-nya. Kedua jenis makanan ini rasanya juga tidak mengecewakan. Restoran ini tidak pelit memberi udang atau cumi pada nasi gorengnya . Fuyunghai beserta sausnya kalau ditambah nasi putih bisa menggoyang lidah (terutama kalau lagi lapar)
 
Restoran ini mungkin tidak seterkenal merk bola daging di Bogor. Hanya buat kami justru ini yang pas sekali dengan selera kami. Apalagi (yang pasti) dekat dengan rumah kami di Bukit Cimanggu City. Tidak jarang si kribo kecil dan ibunya sepulang sekolah mampir dulu kesini untuk makan siang. Harganya juga normal dan tidak berbeda dengan makanan sejenis di tempat lain.

Mie Baso Tasik'87 sendiri pusatnya di jalan Suryakencana dekat Pasar Bogor. Yang ada di Bogor Indah Plaza adalah salah satu cabangnya. Cabang lainnya ada di Pujasera Pasar Bogor dan di Ruko Pulo Armin jalan Pajajaran. Namanya diberi akhiran 87 karena memang lahirnya di tahun 1987.

Jadi kalau mau coba kesini, jangan tanyakan rasa baksonya kepada saya yah! Jawabannya ya namanya juga bakso. Tanyakan rasa pangsitnya, jawabannya akan berbeda.










Share on Google Plus

About Anton Ardyanto

Terima kasih untuk berkenan membaca tulisan ini. Saya berharap ada yang dapat diambil dan dimanfaatkan dari tulisan ini. Kalau anda berkenan mohon luangkan waktu berharga anda sedikit lagi untuk memberikan sesuatu. Saran, masukan atau kritik akan sangat berharga bagi saya. Apalagi kalau anda berkenan share tulisan dari blog ini kepada yang lain.

Thank you for your time to read my writings. It means a lot to me. I really hope that there is something that you, the reader can take from my writing. I would be honored if you can spare a bit more of your precious time to let me have your comments or even your critics. I would be more than grateful if you can share something from this blog to other people.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

5 comments:

  1. Assalamu'alaikum wr wb,, tampaknya saya bakalan sering mampir ke blog ini nih, krn tulisannya simpel, jujur dan humble sekali...keren deh pokoknya... Keep on writting!! Sukses ya!

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa alaikum salam..terima kasih sudah mampir. Juga buat pujiannya hidung saya jadi mengembang ga keruan..silakan mampir lagi kalau ada waktu

      Delete
  2. assalamualaikum nice info pak, by the way orang tasik pak?hehehe saya bakal coba kalau ke bogor sekedar info kalau di bandung baso yang enak di mie naripan bandung itu enak bngt legenda di bandung www.mienaripan.co

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa alaikum salam pak...bukan.. orang Bogor...

      Saya sudah coba pak bakmi naripan soalnya dulu sering bulak balik Bandung. Memang enak kok

      Delete